Isu Perbatasan Sabah–Kalimantan: Meluruskan Fakta di Tengah Riuh Narasi Kehilangan Kedaulatan
Sejak semalam, ruang publik—khususnya media sosial—diramaikan oleh narasi bahwa kedaulatan negara “tergadai”. Isunya terdengar serius: disebutkan bahwa Malaysia telah “menyerahkan” sekitar 5.207 hektare tanah di kawasan perbatasan Sabah–Kalimantan (Nunukan) kepada Indonesia. Bagi masyarakat awam, angka ribuan hektare tentu terdengar besar. Narasi kehilangan wilayah pun mudah memicu emosi, kecurigaan, bahkan kemarahan. Namun, sebelum kesimpulan ditarik terlalu jauh, penting untuk berhenti sejenak, menarik napas, dan melihat persoalan ini secara utuh dan jernih. Apa sebenarnya yang terjadi? Isu ini bukan soal jual beli tanah, bukan pula hadiah wilayah antarnegara. Persoalan yang dimaksud adalah Outstanding Boundary Problems (OBP), yakni persoalan batas wilayah yang sejak masa kolonial belum memiliki penegasan garis perbatasan yang jelas di lapangan. Perjanjian-perjanjian lama antara Inggris dan Belanda—khususnya perjanjian tahun 1915 dan 1928—memang telah menetapkan prinsip batas wilayah...