Ketika Mata Sakit, Saya Belajar Tentang Rezeki yang Tidak Terduga

Kemarin adalah hari yang cukup berat bagi saya. Saat sedang membawa motor untuk mencari orderan, tiba-tiba mata saya terasa sangat sakit. Entah apa yang masuk ke mata saya. Awalnya saya coba bertahan, tetapi rasa sakit itu membuat saya tidak bisa fokus di jalan.

Baru saat itu saya benar-benar sadar, sakit pada mata adalah salah satu sakit yang sangat mengganggu konsentrasi.

Akhirnya saya memutuskan pulang dan berhenti mencari orderan. Saya mencoba menarik lagi, tetapi memang tidak sanggup.

Saya akhirnya beristirahat di rumah hampir 36 jam.

Sebagai driver, tentu ada rasa khawatir. Tidak keluar berarti tidak ada pemasukan hari itu.

Namun setelah mata mulai agak membaik, saya memutuskan keluar lagi. Dalam hati saya berpikir, mungkin malam ini saya harus mengorbankan tarawih di masjid dan menggantinya dengan shalat lail di rumah saja karena pendapatan harian masih belum ada.

Tetapi siapa sangka…

Hari ini Allah memperlihatkan sesuatu yang benar-benar membuat saya terharu.

Saya mendapatkan orderan dari seorang penumpang, Ibu KD dari BTN B*.

Perjalanan berjalan seperti biasa. Saya mengantarkan orderan beliau sesuai titik. Ketika sampai di tujuan, beliau memberikan sesuatu yang benar-benar tidak saya sangka.

Beliau memberi tip Rp100.000.

Bukan hanya itu.

Beliau juga memberikan sebuah bingkisan. Di dalamnya ada makanan dan sebuah tas wanita. Beliau berkata kepada saya,

"Ini kasih ke istri saja ya, saya tidak pakai."

Setelah saya sampai rumah dan melihatnya dengan lebih jelas, saya sempat penasaran lalu melihat harga tas itu di Shopee.

MasyaAllah.

Harga tas tersebut sekitar Rp160.000, ditambah makanan sekitar Rp60.000. Jika ditambah dengan uang tip yang beliau berikan, totalnya kira-kira sekitar Rp320.000.

Bagi sebagian orang mungkin itu angka biasa. Namun bagi saya, itu seperti hasil bekerja hampir tiga hari menarik orderan.

Saya benar-benar terdiam sejenak.

Baru saja kemarin saya tidak bisa bekerja karena sakit mata. Baru saja saya keluar lagi mencari rezeki.

Tetapi Allah langsung memperlihatkan bahwa rezeki bisa datang dari arah yang tidak pernah kita sangka.

Dari aura Ibu tersebut, saya bisa merasakan ketenangan. Beliau terlihat sangat baik, pemurah, dan berpendidikan.

Saya hanya bisa mengucapkan, "Terima kasih banyak, Bu. Terima kasih sekali atas kebaikan yang begitu tulus."

Semoga Allah membalas semua kebaikan Ibu dengan rezeki yang jauh lebih besar, kesehatan yang panjang, dan kehidupan yang penuh keberkahan.

Dan saya juga berdoa, semoga suatu hari nanti saya juga diberi kesempatan untuk membalas kebaikan seperti ini kepada orang lain.

Hari ini saya belajar satu hal, terkadang Allah membuat kita berhenti sejenak, bahkan melalui sakit, hanya untuk menunjukkan bahwa Dia tetap menyiapkan rezeki yang tidak kita duga.

Aamiin.

Comments

Popular posts from this blog

Film Review: Final Destination: Bloodlines (8/10)

The United States and the Late Empire Syndrome: Towards Political Decay?

IS THERE STILL HOPE FOR TUPPERWARE?