Masih tentang Engkau, Mama
Insya Allah. Ini adalah akhir penantianmu. Bunga Dg. Bollo 22 Oktober. Hari bersejarah. Hari yang mana aku tidak membutuhkan apa-apa. Bukan karena aku ekstrim terhadap anti perayaan tapi aku takut dengan hari ulang tahunku sendiri. Tanggal itu sebagai momok dalam hidupku. Aku kembali tak kuasa. Hilang kesadaran bahkan ada niat untuk merasa “tiada”. Aku masih trauma dengan sosok seseorang yang selalu aku bayangkan. “Assalamualaikum Wr Wb, ma, apa kabar mu disana? Aku harap selalu seperti yang diharapkan. Ma, doa kami sampai tidak? Tau tidak, kalau kami semua rindu dengan mu, kami selalu saja membaca al-Qur’an sebagai sapaan salam dari kami. Ma’, tau tidak, kalau kami dalam keadaan marah, selalu saja kami mengikuti jejak mu dengan memberi sebuah senyuman. Ma’, tau tidak, kalau kami sedang sakit, kami selalu cepat minum obat dan melakukan aktivitas apa saja, karena katamu penyakit itu akan menjauh dengan segala gerak – gerik kita yang dilakukan dengan kuat, ikhlas dan sabar itu...