Nasib Gig Worker: Antara Fleksibilitas dan Ketidakpastian

Dulu, banyak yang melihat pekerjaan di platform ride-hailing atau food delivery sebagai peluang emas. Fleksibilitas kerja, penghasilan yang menarik, serta janji-janji bonus membuat banyak orang tergiur untuk bergabung. Namun, seiring waktu, para mitra pengemudi mulai merasakan realitas yang berbeda.

Bekerja Tanpa Jaminan

Sistem kemitraan yang diterapkan aplikator membuat pengemudi berada dalam posisi rentan. Tidak ada sistem cuti berbayar, tidak bekerja berarti tidak makan, dan algoritma justru menghukum mereka yang memilih untuk beristirahat. Ditambah lagi, sistem pelevelan dan potongan yang semakin besar membuat banyak pengemudi kesulitan memperoleh penghasilan yang layak.

Gig Economy di Indonesia: Bukan Sekadar Pekerjaan Sampingan

Di negara-negara Barat, gig economy awalnya didesain sebagai pekerjaan sampingan. Namun, di Indonesia, justru sejak awal kemunculannya, platform seperti Gojek dan Grab telah menjadi pekerjaan utama bagi banyak orang. Faktor utama? Keterbatasan lapangan pekerjaan formal dan rendahnya hambatan untuk masuk ke industri ini.

Di satu sisi, platform ride-hailing memang memberikan kesempatan bagi mereka yang kesulitan mencari pekerjaan tetap. Tapi di sisi lain, tanpa perlindungan hukum yang jelas, para pengemudi ini tidak mendapatkan hak yang setara dengan pekerja formal, seperti jaminan sosial atau penghasilan minimum yang stabil.

Mogok atau Adaptasi?

Aksi mogok yang dilakukan para mitra pengemudi sering kali memicu perdebatan. Ada yang menganggapnya berhasil, ada juga yang merasa dampaknya minimal terhadap perusahaan. Tidak seperti di negara lain, di mana aksi mogok bisa berlangsung secara masif, di Indonesia dan Malaysia, banyak pengemudi yang tetap memilih untuk bekerja karena tekanan kebutuhan sehari-hari.

Namun, satu hal yang pasti: jika sistem ini tidak berubah, maka para gig worker harus berpikir lebih jauh tentang masa depan mereka. Bergantung sepenuhnya pada platform ride-hailing tanpa alternatif lain bukanlah strategi yang bijak.

Gig economy telah mengubah lanskap dunia kerja, tetapi tanpa regulasi yang jelas, para pekerja dalam ekosistem ini akan terus menghadapi ketidakpastian. Saatnya pemerintah, perusahaan, dan para gig worker sendiri mencari solusi yang lebih berkelanjutan.

Apa pendapat kalian tentang kondisi gig worker saat ini? Apakah solusi terbaik bagi mereka?


Comments

Popular posts from this blog

Visi dan Misi serta Schedule PW IPM Sulsel Periode 2014 - 2016

Orang yang dicintai Allah SWT

... KISAH MENGHARUKAN, KETULUSAN CINTA SEORANG SUAMI ...